Minggu, 14 Oktober 2012

Struktur pemerintahan Negara Khilafah

Struktur pemerintahan Islam terdiri daripada 8 perangkat dan berdasarkan af’al (perbuatan) Rasulullah saw:
  1. Khalifah
    Hanya Khalifah yang mempunyai kewenangan membuat UU sesuai dengan hukum-hukum syara’ yang ditabbaninya (adopsi); Khalifah merupakan penanggung jawab kebijakan politik dalam dan luar negeri; panglima tertinggi angkatan bersenjata; mengumumkan perang atau damai; mengangkat dan memberhentikan para Mu’awin, Wali, Qadi, amirul jihad; menolak atau menerima Duta Besar; memutuskan belanjawan negara.
  2. Mu'awin Tafwidh
    Merupakan pembantu Khalifah dibidang kekuasaan dan pemerintahan, mirip menteri tetapi tidak berhak membuat undang-undang. Mu’awin menjalankan semua kewenangan Khalifah dan Khalifah wajib mengawalnya.
  3. Mu'awin Tanfidz
    Pembantu Khalifah dibidang administrasi tetapi tidak berhak membuat undang-undang. Mu’awin Tanfidz membantu Khalifah dalam hal pelaksanaan, pemantauan dan penyampaian keputusan Khalifah. Dia merupakan perantara antara Khalifah dengan struktur di bawahnya.
  4. Amirul Jihad
    Amirul Jihad membawahi bidang pertahanan, luar negeri, keamanan dalam negeri dan industri.
  5. Wali
    Wali merupakan penguasa suatu wilayah (gubernur). Wali memiliki kekuasaan pemerintahan, pembinaan dan penilaian dan pertimbangan aktivitas direktorat dan penduduk di wilayahnya tetapi tidak mempunyai kekuasaan dalam Angkatan Bersenjata, Keuangan dan pengadilan.
  6. Qadi
    Qadi merupakan badan peradilan, terdiri dari 2 badan: Qadi Qudat (Mahkamah Qudat) yang mengurus persengketaan antara rakyat dengan rakyat, perundangan, menjatuhkan hukuman, dan lain-lain serta Qadi Mazhalim (Mahkamah Madzhalim) yang mengurus persengketaan antara penguasa dan rakyat dan berhak memberhentikan semua pegawai negara, termasuk memberhentikan Khalifah jika dianggap menyimpang dari ajaran Islam.
  7. Jihaz Idari
    Pegawai administrasi yang mengatur kemaslahatan masyarakat melalui Lembaga yang terdiri dari Direktorat, Biro, dan Seksi, dan Bagian. Memiliki Direktorat di bidang pendidikan, kesehatan, kebudayaan, industri, perdagangan, pertanian, dll). Mua’win Tanfidz memberikan pekerjaan kepada Jihaz Idari dan memantau pelaksanaannya.
  8. Majelis Ummat
    Majelis Ummat dipilih oleh rakyat, mereka cerminan wakil rakyat baik individu mahupun kelompok. Majelis bertugas mengawasi Khalifah. Majelis juga berhak memberikan pendapat dalam pemilihan calon Khalifah dan mendiskusikan hukum-hukum yang akan diadopsi Khalifah, tetapi kekuasaan penetapan hukum tetap di tangan Khalifah.

Sabtu, 01 Oktober 2011

SEJAUH MANA SEBUAH ALIRAN DIKATAKAN SESAT ?

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.

Kesesatan sebuah aliran umumnya bisa dideteksi manakala secara aqidah telah menyimpang dari aqidah ahlussunnah wal jama'ah. Dan apa serta bagaimana aqidah ahlussunnah wal jama'ah itu tentu tidak bisa dengan mudah diuraikan disini.

Penyimpangan dari sudut aqidah misalnya:

a. Tidak mengakui keesaan Allah

b. Tidak mengakui kebenaran Islam atau mengakui bahwa agama selain Islam juga benar.

c. Termasuk juga tidak mengakui bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir.

d. Mengatakan bahwa Qur'an tidak cocok untuk zaman sekarang atau menafsiri Qur'an hanya untuk kepentingannya sendiri tanpa mengacu kepada metode penafsiran Qur'an yang dibenarkan.

e. Menolak kebenaran hadits (ingkarus sunnah). Dan masih banyak lagi bentuk pemahaman yang menyimpang dari sisi aqidah.

Sedangkan bila dilihat dari sisi syari'ah, paling tidak bila sebuah aliran telah meninggalkan medote istimbath hukum yang telah disepakati oleh para fuqaha, bisa juga dianggap sesat. Misalnya tidak meyakini adanya shalat 5 waktu, tidak meyakini kewajiban puasa, zakat atau haji. Termasuk tidak mengakui kewajiban penerapan hukum Islam.

Untuk bisa mengetahui kesesatan sebuah aliran, memang perlu adanya pendalaman ajaran Islam dengan berguru kepada para ulama yang shalih, diakui keilmuannya oleh dunia Islam dan juga dengan membaca buku-buku yang juga diakui keshahihannya.

Selain itu anda bisa juga membaca buku yang khusus ditulis untuk mengungkap kesesatan sebuah aliran tertentu. Saat ini cukup banyak buku yang sudah ditulis demi memberikan peringatan kepada umat Islam akan bahaya aliran sesat.

Namun ada ciri yang biasanya selalu dimiliki oleh sebuah aliran sesat. Yaitu kecenderungan untuk menutup-nutupi inti ajarannya kepada khalayak umum. Kecuali kepada orang-orang yang dianggap sudah loyal dan siap bertaqlid buta, maka barulah doktrin-doktrin asli kesesatan ajaran itu mulai disuntikkan. Pada saat itu, korban tentu sudah bisa berkutik lagi karena sudah terhipnotis oleh kharisma tokoh atau sosok aliran itu sendiri.

Kedua, aliran sesat hanya bisa tumbuh di kalangan yang awam dengan ajaran Islam. Sebaliknya di kalangan yang lumayan pemahaman Islamnya, aliran sesat dengan mudah bisa dijatuhkan doktrinnya. Karena itu kalau anda ingin terlindung dari aliran sesat, lebih banyaklah bergaul dengan para ulama dan orang-orang yang berilmu.

Wallahu a'lam bishshawab.
Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.